Hari Keduapuluhempat – Mencicipi Penganan Khas Kolombia

Hari ini salah satu temenku, Oscar, ngundang kami ke apartemennya di daerah Tumba karena dia mau masakin makanan tradisional Kolombia buat kami. Wow! Baek banget yah… xD alhamdulillah…

Aku sama Marios (temenku yang dari Siprus) janjian di T-centralen sekitar jam setengah 3. Untuk menemani sesi masak-masak/makan-makan hari ini, kami berdua membawa camilan ekstra: aku bawa anggur, Marios bawa Kannelbullar.

Dari T-centralen, kita ke Central Station trus naik pendeltåg nomor 36 ke arah Södertälje centrum (akhirnya naik pendeltåg lagi!) sampe Stasiun Tumba. Di Tumba, kita dijemput sama Oscar, yang ternyata naik pendeltåg yang sama karena habis belanja. Agak aneh ngeliat ada orang jualan buah di lorong Stasiun Tumba. Berasa di Indonesia. Hehehehe (padahal cuman 1 itu doang yang jualan :P). Dari Stasiun Tumba, kita masih harus naik bus 725 lagi ke arah Rönninge Station. Turunnya lupa di daerah mana tapi kalo ga salah di Mosshagen. Trus jalan sedikit ke apartemennya Oscar.

Sampe di apartemen, Oscar langsung nyiapin bahan-bahan buat masakan kita hari itu. Ada 2 penganan yang akan kita bikin: arepa sama minuman cokelat cengkeh.

Arepa

Arepa ini makanan khas Kolombia. Katanya di sana orang biasa makan buat sarapan. Arepa ini bisa dikombinasiin dengan bahan-bahan lain, kaya tomat, keju, daging, telur. Cara bikinnya kira-kira sebagai berikut:

Bahan-bahan:

  • Tepung maizena
  • Mentega
  • Air
  • Garam

Cara membuat:

  1. Lelehkan mentega di dalam air hingga mendidih
  2. Masukkan tepung maizena dan garam, aduk hingga kalis (padahal ga tau artinya kalis apaan :P). Campur dengan sedikit air jika adonan terlalu keras
  3. Panaskan wajan
  4. Bentuk adonan seperti bola, lalu pipihkan sehingga terciptalah bentuk lingkaran bulat sempurna (naon)
  5. Panggang adonan di atas wajan hingga matang

Cokelat Cengkeh Panas ala Kolombia

Bahan-bahan:

  • Cokelat cengkeh batangan (aku ga nemu gambar yang ada bungkusnya, tapi kira-kira penampakannya seperti ini)
  • Susu cair
  • Air
  • Alat pengaduk/pembuat busa (ini kayanya cuma dipake di Kolombia, aku ga pernah liat soalnya sebelumnya. Penampakannya juga bisa diliat di gambar ini)

Cara membuat:

  1. Campur 1 bagian susu dengan setengah bagian air
  2. Masukkan cokelat cengkeh batangan, masak hingga mendidih dan cokelat leleh semua.
  3. Jika sudah mendidih, angkat. Aduk dengan alat pembuat busa hingga berbusa.
  4. Jadi deh!

Berikut kira-kira foto-foto saat proses pembuatannya:

Thank you very much Oscar for inviting us! It’s been a great weekend with both of you! ^_^

P.S. Kalo ada yang punya ide, usul, saran mengenai masakan Indonesia apa yang sebaiknya aku buat buat nyuguhin temen-temenku ini kasih tau ya… x)) Jangan yang susah2! Hehehehe… Terima kasih!

Advertisements

2 thoughts on “Hari Keduapuluhempat – Mencicipi Penganan Khas Kolombia

  1. kalis itu kira-kira gini, kalo bikin roti, tepungnya udah ga lengket, terus lebih bagus kalo dipukul dia bisa balik ke bentuk asalnya. intinya udah beres diadon, bahasa inggrisnya mah developed, ya gitu lah kira-kira hahaha 😆

    kalo mau yg khas indonesia, dan sejenis yg gitu, cireng aja lis hahaha

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s