0

How to Make Your Own Pearl Headband

I’m probably not the most craftsy person in the world (is that even a word?). But every now and then I get an idea on what I’d like to wear and it can be frustrating if I can’t find the exact item that I’m wishing 🙈

Like this week. I remember that I have a really nice green/blue dress and suddenly I got an idea to pair it with a pearl headband. Yes, just all of a sudden. So I started googling the tutorial for making a pearl headband and I found this really simple tutorial. But the problem was… I couldn’t seem to find this 1/4 inch elastic band anywhere in Sweden. The majority of the band I found here was wider, or round instead of flat. Since I didn’t want to take any risk, I looked for another tutorial which materials I could find here. So this following instructions are actually based on the tutorial on this blog and this magazine.

(Actually, I don’t think we should call it instructions either, since I don’t actually have a very detailed descriptions of everything 😂)

Materials:

  • 1 headband (I used the plastic one, 8 mm, black)
  • 2-3 m of jewelry wire
  • Pearls (I used the glass one, waxed)
  • Velvet ribbon (I used black, but this is actually optionals; since I wear veil and it’s easier to wrap around my head as a tiara, I used the ribbon)
  • Hot glue gun
  • Scissors

Methods:

  1. Cut the velvet ribbon for the inner and outer layer of the headband. For the inner layer, measure the length exactly as the inner part of the headband. For the outer layer, measure the length of the outer part of the headband, plus the desired length of the ribbon to be tied up later.
  2. Begin by wrapping the wire at one end of the headband. Try wrapping the start of the wire tightly so that it doesn’t suddenly untangled in the middle of your work. Keep wrapping until you get approximately 1 cm of wire.
  3. Put the glue on top of the wire at the outer layer of the headband and place the velvet ribbon on top of it. Remember, you have to leave some ribbon unglued later, so think of the starting point of the ribbon on the headband. It’s probably better to glue a small part first and working one step at a time. Continue glueing (is this even a word?) until some 2-3 cm at the end of the headband. Leave this part unglued for later.
  4. Now the fun part: putting the pearls. The pearls I bought have 4 different sizes (4, 6, 8, 10 mm) and 4 different colours (dark green, light green, lighter green (there were 2 different light green), and white). I found that my head band could accommodate 2 pearls per row, so I paired the pearls into 4 mm-10 mm, and 6 mm-8 mm. If the colours should not be repeated in this 4-pearls pattern, how many combinations will I get and what are they? 🤯
  5. I actually stopped in the middle of the process to solve the above-mentioned question because I was not satisfied with the chaotic combinations I’ve made 😂😂 so I did actually ask my husband to create a program to solve this 🤣🤣🤣 you can see the solutions here #nerdalert
  6. Place pearls in the wire and wrap it around the headband. Arrange as you see fit.
  7. When you reach the end of the headband, wrap the wire again as in the beginning, then put the glue on top of it. Press the remaining ribbon on it and make sure the whole outer part of the headband is now covered.
  8. Now put the inner layer for the headband. Glue the surface and place the ribbon on top of it. Work one small surface at the time.
  9. You’re done!

I know this method is far from perfect, but it was fun to try! Oh and did I mention that I love pearls? And green? Well now you know!😂😂

What about you? What’s your favourite DIY project? Comments below!

Advertisements
6

DIY: Gorden

Jadi ceritanya aku baru pindah apartemen nih… Nah di apartemen yang baru ini rupanya jendela-jendelanya ga ada gordennya. Cuma yang di kamar tidur aja nih yang ada gordennya. Itu pun gordennya ga nutup semua bagian jendelanya, jadi kalo orang mau ngintip pun bisa. Nah loh… ga asik kan kalo lagi tidur ada yang ngintipin (siapa juga yang mau ngintipin ente, woy? 😛 😛 😛 ) ya tapi daripada daripada kan, akhirnya kita mutusin buat ke IKEA nyari gorden. Horeeee belanja…! 😛 😛 😛 Huehuehuehueheu

Ternyata oh ternyata, sesampainya di IKEA, ga ada tuh gorden dengan ukuran yang kita pengen. Kebetulan kan apartemen kita letaknya di basement sebuah rumah gitu, jadi jendelanya pun imut-imut, sekitar 60 cm x 60 cm sajah. Sedangkan gorden yang paling kecil ukurannya 1.4 m x 2.5 m. Ada sih yang seukuran jendela, tapi warnanya putih transparan gitu ya sama aja boong dong ^^’

Tadinya sih kita pikir ah yaudahlah gapapa beli aja yang gede itu biarkan menjuntai. Eh tapi kan sayang yah… Kok rasanya mubazir. Nah gataunya pas lagi liat-liat gorden gitu, ada tulisan:

”Potong gorden Anda sesuai ukuran yang anda inginkan dan rapikan dengan SY Snabbfållband.

Weh, apaan lagi tuh?

Taunya si snabbfållband itu kaya semacam ”double tape” buat bikin hem di kain gitu. Aduh ini aku gatau sih istilahnya bener apa ngga, tapi kira-kira gini:

Kalau misalnya kita motong kain, kan biasanya suka ada benang kiwir-kiwir ya, trus bikin kainnya jadi keliatan ga rapi. Nah biar rapi, biasanya itu ujung kainnya dilipet, terus dijait. Istilahnya apa ya? Disom? Apa sih? Diobras? Dineci?

Ya itulah pokoknya.

Nah tapi sekarang ada si ”double tape” ajaib itu, jadi kita tinggal taro “double tape” nya di lipetan kain, trus disetrika. Nanti dia nempel sendiri dan ujung kain kita jadi keliatan rapi.

Trus si Alice yang anaknya mudah terpengaruh ini, merasa tertarik kan. Mikirnya,”Oh ya udah gapapa beli gordennya aja, terus nanti tinggal dipotong dan ujungnya di ”double tape”. Tapi lama-lama kok ya sayangnya gorden sepanjang-panjang itu dipotong. Mahal pula, 99 SEK (ini udah paling murah sih sebenernya 😛 ). Jadi akhirnya mikir, kenapa ga beli kain meteran aja, terus bikin gorden sendiri? Biar hemat, gitu ceritanya. Huehehehe. Nah untungnya mas programmer baik nih mau merestui pasangannya buat bereksperimen (alhamdulillah :3), jadi akhirnya kita cabcus beli kain meteran aja.

Ini karena udah mau masuk musim semi/panas jadi kain-kain di IKEA motifnya lucu-lucuuuuuuu dan banyak yang IJO! Muahahahahahahahahahahahahaha xD Tapi tetep sih ujung-ujungnya milih yang harganya paling murah 😛 Nah kebetulan yang paling murah pun tetep lucu, jadi gapapalah ya… *justifikasi Hehehehehe…

Nah terus aku gatau ya kalo di IKEA Indonesia gimana, tapi kalo di sini, bahkan beli kain pun sistemnya self-service. Jadi kita pilih gulungan kainnya, ukur sendiri, potong sendiri, terus nanti ada keranjang yang terhubung sama komputer terus kalo kita taro kainnya di situ udah bisa kedeteksi aja gitu berapa meter yang kita potong. Canggih meeeeeeeeeennnn!!!! Terus udah aja gitu keluar labelnya kaya di supermarket pas beli buah kiloan.

Foto kain kiloan meteran, semua dikerjakan sendiri

Nah, jadi gimana sih caranya bikin gorden sendiri? Pertama-tama tentunya siapin alat dan bahannya dulu lah ya…

Alat dan bahan

Alat dan bahan (berasa mau masak):

  • Kain (29 SEK/m)
  • Alat jahit: benang, jarum, meteran, gunting
  • Double tape kain (29 SEK/10 m)
  • Setrika

Cara membuat:

Untuk instruksi lengkapnya bisa liat di video ini:

Tapi mungkin bisa diskip sampe menit ke sekian soalnya depannya cuma ngomong-ngomong aja. Hehehe…

Intinya sih kira-kira gini:

  1. Ukur panjang dan lebar jendela
  2. Potong kain sesuai kebutuhan besar jendela
  3. Lipat ujung-ujung kain yang tidak rapi, setrika bila perlu
  4. Selipkan double tape kain di lipatan tersebut, kemudian setrika hingga menempel (aku sih cuma pake di 3 sisi, soalnya yang 1 sisi udah rapi)
  5. Bagian berikutnya tergantung tipe rail jendela juga. Karena aku pake besi batangan yang bisa dilepas, jadi aku jait satu sisi kainnya buat tempat selipan si besi tersebut. Tapi kalo mau praktis sebenernya ada jepitan gorden juga, tapi sekali lagi, tergantung tipe kerai jendelanya.

Udah deh. Kira-kira begini hasil jadinya:

Gorden buah pir ijo XD

Ga rapih sih, ya maklum amatir. Ga bisa jait juga sebenernya tapi aku cukup berbangga lah dengan hasilnya. Lumayan kan jadi bisa menghemat 99 SEK – 30 SEK = 69 SEK. Bisa buat beli kentang 10kg itu… Muhahahahahaha… *anaknya pelit

Jadi… ada yang tertarik bikin? 😛

Love,

Alicia

0

DIY: Sarung tangan layar sentuh

Sebenernya aku bukan termasuk tipe orang yang crafty banget. Yang artistik dan suka bikin barang-barang do-it-yourself. Tapi terkadang kondisi memaksa demikian jadinya ya apa boleh buat.

Ceritanya kan di Stockholm udah masuk musim gugur yang dingin-dingin banyak angin gitu. Nah beberapa hari terakhir ini suhunya udah ga pernah di atas 9 derajat celcius lagi nih. Hari ini malah parah banget, bilangnya 4, tapi feels like nya -3 (-___-“) *gubrak*

Nah, aku tuh membuat janji aneh sama diriku sendiri kalo aku ga bakal make sarung tangan sampe suhunya di bawah 5. Aneh banget sih sebenernya, kenapa mesti di bawah 5? Apa coba dasar ilmiahnya? (._. ) Tapi ya gitulah dasar si Alis aneh emang jadi mikirnya “Aku harus kuat, aku harus tahan dingin” jadilah dibikin cut-off point 5 (gapenting)

Nah, ceritanya kan aku sebenernya udah punya 6 sarung tangan (ga nanggung2 yak? :P) 3 di antaranya sarung tangan biasa yang kaya rajut tapi tipis, 3 sisanya yang ada bahan angetnya (thinsulate). Nah tapi kan ya beberapa sarung tangan ini hasil lungsuran orang-orang ya, yang mana mungkin di saat itu hape belum ada, kalo pun ada ya make tombol mijitnya. Nah sekarang kan hape banyakan pake layar sentuh. Begitu pake sarung tangan, kagak bisa disentuh lah itu hape. Beberapa hape udah cukup canggih punya ‘glove mode’, macam Sony Xperia SP (bukan promosi), tapi hapeku, biarpun sama-sama sony ternyata ga ada tuh ‘glove mode’-nya… Hadeuh… Ga mungkin dong mau terus-terusan ga pake sarung tangan, orang ini kalo lagi di luar aja berasanya lagi masuk kulkas (lebih tepatnya kulkas raksasa yang gatau pintunya di mana *gapenting*)

Sempet pengen beli sarung tangan baru yang bisa buat layar sentuh, tapi kok dipikir-pikir ya sayang ini sarung tangan udah banyak masa ga dipake? Akhirnya nyari-nyari di internet gimana cara ngakalinnya. Eh nemu artikel ini yang ngajarin cara bikin sarung tangan biasa biar bisa dipake buat layar sentuh make conductive thread. Jadi si benang konduktif ini mesti dijahit ke sarung tangannya biar bisa menghantarkan listrik (eh bener ga ya?) dan  biar jadi bisa dipake buat layar sentuh.

Eh tapi kan perlu benangnya khusus yak? Aku sempet klik link yang dikasih di artikelnya, tapi jatohnya jadi mahal karena mesti dikirim dari US. Akhirnya iseng nyari siapa tau ada yang jual di Swedia. Eh ada dooooong. Aku beli lewat electrokit.se. Harganya 29 SEK buat 9 meter. Lumayan lah dari situ bisa dijait ke 6 sarung tangan, daripada beli baru harganya 79 SEK paling murah. Heheheheu *pedit*

Nah, hari ini benangnya akhirnya nyampe… Jadilah mulai bereksperimen jahit menjahit di sarung tangan. Untung dicobain ke tangan kiri dulu, gagal total soalnya jahitan pertama. Ya maklum deh ya wong ndeso jadi ga ngerti kalo benangnya tu harus disisain agak panjang di dalem sarung tangannya supaya bisa nempel ke kulit dan menghantarkan listrik *naon *ngarang hehehehe. Tapi setelah berlatih berkali-kali, akhirnya diriku pun berhasil membuat jahitan yang lumayan! Bahkan aku bisa jahit pake tangan kiri loh kaya di video ini:

Tapi mohon maaf ya aku ga bisa moto jahitan sarung tangannya soalnya jadinya nyaru sama warna sarung tangannya yang item-item gitu. Tapi percayalah. Hasilnya ga jauh beda kok!

Eh beda sih. Yang di video lebih rapih. Hehehehehe