0

Love and Misadventure by Lang Leav (Book)

I am not sure since when my blog turned into a kind of book recension website. I do not have any intention to turn my blog into one, actually. It’s just that I’ve been reading quite some books lately (nothing related to my studies unfortunately 🙈🙈🙈 #shame).

Anyway, Love and Misadventure is the third Lang Leav’s book I’ve read. I should have probably read it first, since this was her first book. But I did not get hold of the book before now, so… 🙂

Overall, I like this book, but not as much as Memories. Probably because I have read some of the poems in Memories? But I think it’s also because I feel that the poems are not as dramatic, sad, and dark as I had hoped (yes, I am a very dark person 🖤). But it’s still worth reading, though. I will give 3.75 stars out of 5 (strange score, I know 😂⭐️⭐️⭐️⭐️).

And… here’s one of my favourite poems from the book:

Just Friends

I know that I don’t own you,
and perhaps I never will,
so my anger when you’re with her,
I have no right to feel.

I know that you don’t owe me,
and I shouldn’t ask for more;
I shouldn’t feel so let down,
all the times when you don’t call.

What I feel—I shouldn’t show you,
so when you’re around I won’t;
I know I’ve no right to feel it—
but it doesn’t mean I don’t.

– Lang Leav, Love and Misadventure

Advertisements
Quote
0

I learned that writing is the consolation prize you are given when you don’t get the thing you want the most.

– Lang Leav, Sad Girls

0

Vännen av Joakim Zander (Bok)

Det här är mitt första inlägg på svenska. Tänkte bara på att försöka. Hur det än går till. 🙂

Jag fick tag på den här boken först som ett läsprov (eller vad det än heter). Jag fick de första 2-3 kapitlen när jag beställde en annan bok och jag gillade den direkt. Spänningen, främst. Så jag bestämde mig att läsa klart och det inte var en besvikelse.

Ärligt talat är det ganska svårt för mig att beskriva storyn men det var fullt av twist and turn. Ibland undrar jag om allt det här är möjligt, men vad vet jag om underrättelsetjänsten? Så om du gillar såna här spänningen, måste du definitivt läsa boken!

Fyra av fem stjärnor till boken! En annan bok som jag inte kan lägga ned! ⭐️⭐️⭐️⭐️

0

Sad Girls by Lang Leav (Book)

“What if I’m making a huge mistake?”

“Then make it. You can’t go on living a lie.”

– Lang Leav, Sad Girls

This is the first time I read Lang Leav’s novel. I was a bit sceptical at first because I knew that she was such an amazing poet. I was afraid that I wouldn’t find the same beauty in the words that she put as a novel, as it was in a poetry. But I was desperate. The past few days had been so difficult for me. I needed an escape. And the title seemed apt, so I decided to give it a go.

I first read the excerpts from Google books. I should say that as I grew older, it was hard for me to find a book that I couldn’t put down. And this book is one of the very few. I was hooked. I decided to keep on reading and it did not disappoint.

To be honest, it was scary to find how many quotes from the book actually reflect what I had been feeling. And just when you thought you’d get a happy ending, things took a darker turn. *Basically you knew you were screwed when you read something happy just 10 pages before the end of the book. Oh and surprisingly, this was one of a few books which I did not jump on the last page and read the ending.

All in all, I would give this 4 out of 5 stars (should probably write that in Goodreads as well). A bit cliche, perhaps, with light language, but I like it anyway. It was beautiful.

0

Hari Kesembilan

Introduction days hari ke-2!!

Pagi-pagi udah kenalan sama orang Ghana dan 3 orang Swedia. Ternyata salah satunya karena ngurusin AFS jadi udah pernah ketemu sama orang Indonesia (anak SMA) yang lagi exchange di sini.

Belajar dari pengalaman kemarin, yang mana aku ga ngambil roti yang disuguhin dan berujung pada kelaparan (lebay), akhirnya aku ngambil rotinya deh. Cinnamon rolls :9

Hari ini materinya tentang ‘How to Learn Effectively at KI’. Rame sih materinya, tapi kalo sekarang ditanya juga bingung jelasinnya. Hehehe *dodol. Pertamanya sih kita disuruh diskussin apa yang kita harapkan selama belajar di KI, terus apa yang menjadi kekhawatiran kita selama belajar di KI. Abis itu disuruh tulisin di papan tulis. Trus ada beberapa KI Digital Ambassador yang sharing tentang pengalaman mereka selama belajar di KI, sambil bahas poin2 yang udah ditulisin di papan tulis itu.

Selain itu kita juga dapet materi tentang cara ngasih feedback. Pokoknya intinya kalo ngasih feedback, tanamkan dalam diri kita kalau feedback itu tujuannya untuk menolong seseorang (to help people grow and develop). Kalau mau ngasih feedback, selalu mulai dengan apa yang orang tsb sudah lakukan dengan baik, trus apa yang masih bisa diperbaiki, dan bagaimana cara memperbaikinya. Jadi kalau abis ada yang presentasi trus disuruh ngasih feeback ya jangan serta-merta bilang “Presentasinya ga bagus. Aku ga ngerti apa-apa.” Yakeleus. itu mah bukan feedback. Ya feedback juga sih, tapi masuk kategorinya yang ‘outlier’. Heheheheu. It doesn’t help at all. Ada juga sih feedback yang ‘main stream’ macem ‘Well done… Good… Excellent…’ Ini lebih ga nyakitin sih, tapi ya ga ngebantu banyak juga. Hehehe. Feedback yang ‘insightful’ harus punya 3 poin yang tadi disebutin:

  1. What has been done well
  2. What could be developed
  3. How

And a good feedback should be delivered timely. Jadi ya kalo baru disampein baru 1 minggu kemudian agak kurang greget gimana gitu ya… Hehehehe. 

ya secara teoretis demikian. Tapi secara pribadi, aku sebenernya agak susah kalau disuruh ngasih feedback. Selain karena ga enakan, kadang bingung juga ini apa ya yang bisa dikasih masukan. But let’s see… Mudah-mudahan sih dengan belajar di KI ini aku juga bisa berkembang dan jadi lebih baik 🙂

Pas materi berikutnya… rame juga sih. Aku ga ngikutin dari awal karena kelamaan ngantri buat foto KI Card (access & library card), tapi aku masuk setelah break, soalnya ga enak kalo dateng telat di kelas gede grabak-grubuk. Heheheheu.

Materi kedua tentang culture gitu. Jadi ya… kan program di KI ini international class ya, dan bakal ketemu orang dari berbagai belahan dunia dan mungkin…. ada hal-hal yang ga biasa yang bakal kita temuin. Kaya misalnya, ada beberapa culture di dunia yang termasuk tipe ‘deal-focus’. Jadi kalo ada tugas, maunya tek tek tek tek (apa coba) langsung dikerjain dan beres. Sedangkan ada culture lain yang termasuk tipe ‘relationship focus’. Jadi kalo ada tugas kelompok ya… yang penting kenalan dulu, hang out dulu… udah nyaman satu sama lain, mari kita mengerjakan tugas. Hehehe. Indonesia masuk yang mana yaaaaa? :p

Trus ada juga culture yang punya ‘direct language’, kalo ngomong to the point, ada juga yang ‘indirect language’, yang kalau mau bilang ngga ya ga akan bilang ‘no’, tapi ‘yeah…maybe… we’ll see, etc’. Indonesia? ya udahlah yah tau lah yah yang mana :p

Nah… yang berikutnya agak jleb sih nih. Hehehe. Jadi ada culture yang tipenya ‘monochronic’ (worship the clock a.k.a. on time bingits), ada yang ‘polychronic’. Trus udah gitu pematerinya bilang gini,”Di sini ada yang dari Indonesia ga…? I heard they had rubber time there…” Wahahahahahahaha. Mau ngacung juga ga enak… Serba salah dah xD tuh orang Indonesia, jangan pada ngaret dah, malu kebiasaannya sudah terkenal di dunia :p heuheuheu.

Abis intro days, aku juga sempet mampir ke toko buku di KI, liat-liat harga textbook buku yang aku perluin ternyata 270 SEK. Huhuhu. Kalo ada yang mau nyumbang ‘Issues in Public Health‘-nya Fiona Sim boleh loh…heuu.

Trus aku juga daftar membership-nya student union Medicinska Foreningen. Biar bisa beli SL Student Travelcard kalau ada inspeksi SL ga didenda 1200 SEK dan bisa ngantri housing di SSSB buat tahun depan. Setahun biayanya 390 SEK. Bisa sih daftar 1 semester tapi gamau ribet. Huahuahuahua *nangis liat rekening*

Trus sempet nyari gedung buat kuliah hari Senin. Ternyata jauh ya bok kalo jalan dari depan. Huahuahuahua. Mana abis itu kudu balik lagi ke perpus buat ambil kunci Mas Fadjar. Hahahaha. Yaudahlah. Yang penting *insya Alloh* hari Senin ga akan nyari2 lagi. Gedungnya di seberang KI Science Park gitu. Tapi yang ku foto cuma Science Parknya doang. Abis malu moto2 di pinggir jalan. Hahahaha.

KI Science Park... UI... kapan? Heuheuheu

KI Science Park… UI… kapan? Heuheuheu

Demikianlah! 😀